Kekuatan Jahat dan Si Penjahat


 

Kekuatan jahat hanya bisa menjadi jahat,
jahat itu adalah identitasnya, 
kisahnya, takdirnya. 

Kekuatan jahat hanya bisa menjadi jahat, 
menginginkannya, mengharapkannya, 
uring-uringan karenanya, 
karena di dunia kasar, 
ia tak kuasa melakukan aksinya. 

Raganya terlalu halus, wujudnya tiada,
karenanya ia membutuhkan seseorang
untuk mewujudkan aksi jahatnya, 
menciptakan kerusakan di muka bumi ini. 

Sejahat-jahatnya kekuatan jahat,
tak sejahat si penjahat yang memilih
untuk mengabdi kepadanya,
dengan mempersembahkan jiwanya,
dengan memberikan raganya, 
lalu merasa berjaya karenanya. 

Selalu ada jalan pulang, 
selalu ada cahaya di balik kegelapan, 
tetapi si penjahat akan tetap memilih
menjadi jahat, 
bertinggi hati atas apa yang dilakukannya. 
berbangga hati atas kelihaiannya, 
memperdaya orang-orang di sekitarnya, 
juga yang dikasihi dan mengasihinya. 

Ia akan mengambil terus mengambil, 
tanpa berpikir untuk membayar, 
ia akan merusak terus merusak, 
tanpa berpikir untuk memperbaikinya, 
"Aku berada di atas angin",
"Aku adalah raja diraja".

Kekuatan jahat hanya bisa menjadi jahat,
ia cemburu melihat si penjahat
yang lebih dikenal daripada dirinya, 
ia jijik melihat si penjahat
yang lebih jahat daripada dirinya, 
ia merasa dimanfaatkan habis-habisan,
si penjahat menjadi juragan, 
dan ia adalah kacungnya. 

Siapa aku, apa aku ?
Aku hanyalah ketiadaan, 
tiada orang yang mengenaliku, 
tiada orang yang menghargaiku. 

Kekuatan jahat hanya bisa menjadi jahat, 
si penjahat lalu didorong, 
jatuh terjerembab, 
di kejahatannya sendiri, 
di kubangan dosa-dosanya,
dunianya lalu menjadi nerakanya,

dengan kekuatan hatiya ia bisa bertobat,
karena kelemahan hatinya ia bisa 
menghakhiri hidupnya,

permainan selesai. 


Nulani Sapiie, 
17 Oktober 2021

Postingan populer dari blog ini

Waktu Tak Menyembuhkan Luka

Momen